Tampilkan postingan dengan label Motogp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motogp. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Februari 2011

Stoner: Percuma Majukan Seri Australia
Doni Wahyudi - detiksport





Reuters


Keinginan untuk mengubah jadwal MotoGP Australia ke awal tahun muncul menyusul kacaunya penyelenggaraan balapan tahun lalu. Kala itu cuaca buruk berupa hujan deras membuat sesi latihan Jumat ditunda dan suhu dingin dianggap telah mengganggu pembalap.

Kondisi tersebut terjadi karena balapan digelar di pertengahan Oktober. Diharapkan dengan mengubah jadwal race ke bulan Maret kejadian serupa tak akan terulang.

Tapi Casey Stoner tak sepenuhnya sependapat dengan usulan mengubah waktu balapan tersebut. Sebagai orang Australia dia tahu kalau cuaca di bulan Maret tak akan banyak bedanya dengan cuaca di bulan Oktober, dengan hujan masih tetap bisa diprediksi datangnya.

"Saya sudah melihat kondisi cuaca di kedua periode waktu tersebut. Kami pernah mengalami cuaca yang bagus di penghujung musim dan mengalami cuaca yang luara biasa buruk di awal tahun. Saya tahu beberapa orang merencanakan membawa balapan ke bulan Maret; mereka bisa mendapatkan cuaca yang buruk dan juga dingin," sahut Stoner di MCN.

Kecuali saat debutnya untuk ajang MotoGP di tahun 2006, Stoner punya catatan gemilang di MotoGP Australia. Di kandangnya sendiri, dia selalu berhasil jadi juara sejak musim 2007 hingga 2010.

"Keputusannya bukan pada kami (pembalap) tapi ada beberapa orang yang protes soal waktu penyelenggaraan. Tapi jika kita menggelarnya di awal tahun, kita bisa mendapat cuaca yang sama."

"Itu tak terlalu penting kapan balapan digelar yang penting kami bisa terus membalap di Phillip Island karena saya sangat menikmatinya," tuntas pembalap Repsol Honda itu.

( din / mrp )

Pedrosa Tatap Rival-rivalnya

Pedrosa Tatap Rival-rivalnya
Andi Abdullah Sururi - detiksport





(AFP/Mark Ralston)


Dalam blog-nya pembalap Spanyol itu, yang musim lalu menjadi runner up, mengungkapkan keyakinannya menghadapi kompetisi 2011. Salah satu indikatornya adalah para pembalap Honda tampil bagus di sesi ujicoba resmi pertama di Sepang, Malaysia, minggu lalu.

"Dengan (Casey) Stoner dan (Andrea) Dovizioso, tim kami kuat. Juga ada pembalap lain yang sangat baik di ujicoba pertama, seperti (Marco) Simoncelli dan (Hiroshi) Aoyama. Semua orang bisa memberi Anda kejutan," ujar Pedrosa dikutip situs resmi MotoGP.

"Saat ini Honda RC212V yang baru terlihat berfungsi dengan baik. Kita akan lihat apa yang akan terjadi di seri pertama musim ini, karena semuanya bisa berubah di sana."

Tentang Yamaha, Pedrosa menilai tim tersebut memiliki kekuatan yang konsisten, juga pada sosok pembalap utamanya, Jorge Lorenzo.

"Sebagai juara bertahan, Jorge adalah rival yang harus dikalahkan. Ben Spies juga punya musim yang hebat di tahun 2010 dan pasti dia akan lebih baik lagi tahun ini."

Nama yang tak mungkin tidak disebut tentu saja Rossi, yang musim lalu mengalami kesialan dan absen empat kali, sehingga kehilangan banyak angka dalam persaingan menuju titel juara. Di akhir musim The Doctor harus puas di posisi ketiga.

Musim ini Rossi pindah ke Ducati dan ia tidak membukukan hasil yang bagus di Sepang pekan lalu. Dari tiga sesi ujicoba, ia cuma menduduki peringkat 12, 13 dan 10.

"Kuantitas besar yang tidak diketahui mungkin adalah Rossi. Ini tahun pertama dia dengan Ducati dan di Malaysia dia tidak masuk dalam rombongan pembalap tercepat. Tapi Rossi adalah Rossi, dan kita tak bersandar pada apapun. Bahkan jika dia ada di urutan buncit di hari Sabtu, dia tetap punya kemampuan untuk membuat kejutan," demikian Pedrosa tentang Rossi.

Sesi ujicoba pramusim berikutnya juga akan digelar di Sepang pada 22-24 Februari. Balapan tahun ini dimulai di Qatar pada 20 Maret.

( a2s / mrp )

Sabtu, 12 Februari 2011

Ben Spies Setara Rossi?

Ben Spies Setara Rossi?

Sabtu, 12 Februari 2011 - 15:04 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Dewi - Okezone
Foto: Ben Spies/Getty Images
GERNO DI LESMO – Ditinggal Valentino Rossi yang hijrah ke Ducati, Yamaha Racing bisa mengandalkan Ben Spies yang akan mampu mempertahankan status tim sebagai penguasa MotoGP.

Kepergiaan Rossi memang cukup mengejutkan ketika itu. Pasalnya, The Doctor bukan sekadar pembalap andalan, dia juga mampu membantu tim teknis untuk mengembangkan motor.

Namun, mantan bos Yamaha Herve Poncharal optimis Spies akan mampu menggantikan peran Rossi dalam duetnya bersama Jorge Lorenzo. Spies pindah ke Yamaha awal musim ini dan artinya dia akan memiliki peran lebih banyak untuk membantu tim mengembangkan motor, sama seperti yang dilakukan Rossi sebelumnya.

“Saya percaya Ben memiliki kemampuan bicara soal teknik. Dia sangat metodik dan tak pernah datang ke garasi dengan melempar helm meski baru saja melewati balapan yang buruk,” jelas Poncharal, seperti dikutip MCN, Sabtu (12/2/2011).

“Dia hanya duduk dan menjelaskan apa yang terjadi dengan sangat tenang dan seperti yang dijelaskan Masao Furusawa sebelumnya penjelasan yang dibeberkannya sangat baik, apa yang dia rasakan dan perlukan agar balapan bisa lebih baik,” lanjut Poncharal.

“Saya pikir karakter ini akan membantu Yamaha bekerja dengan baik dan mampu mengembangkan mesin. Saya tak bisa dia lebih baik dari Rossi, tapi Ben tahu apa yang harus dilakukannya untuk membantu pengembangan motor,” tutupnya.
(wei)

Lorenzo: Motor Kurang Tenaga!

Lorenzo: Motor Kurang Tenaga!

Kamis, 10 Februari 2011 - 10:45 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Hendra Mujiraharja - Okezone
Foto: Jorge Lorenzo/Reuters
GERNO DI LESMO – Jorge Lorenzo kembali mengkritik performa motor Yamaha. Menurutnya, mesin motor YZR-M1 tahun ini masih kurang tenaga.

Dalam tiga hari tes yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, Lorenzo memang belum tampil maksimal. Pada sesi terakhir, bintang Yamaha Racing tersebut hanya mampu finis di peringkat ketiga.

“Dalam pandangan saya, motor kami belum mengalami kemajuan,” demikian kata Lorenzo. “Saya sangat mengerti apa kebutuhan kami, tapi kami belum bisa mendapatkannya dalam tes ini.”

“Kami perlu tambahan tenaga. Jadi kecepatan harus ditambah ketika akselerasi, traksi lebih baik, selalu dengan tujuan sama: motor belum tangguh saat di tikungan,” lanjut pembalap asal Spanyol itu dilansir Autosport, Kamis (10//2/2011).

Menurut Lorenzo, mesin motor baru lebih pelan ketimbang sebelumnya. Namun, kemajuan yang paling jelas adalah sistem anti-spin motor karena lebih efesien. Dia berharap mekanik lebih mengedepankan kekuatan mesin motor.

“Sebenarnya, saya tidak suka dengan sasis yang baru ini. Namun, saya sama sekali tidak mengkhawatirkan masalah ini. Saya ulangi, hal terutama untuk saat ini adalah kekuatan mesin motor,” tandas juara bertahan MotoGP.
(hmr)